UKM PP – Polines

LKMO 2010

LKMO 2010 akan segera tiba, Mari Kita Sukseskan bersama acara LKMO tahun ini….!!!

HIDUP PP….!!!!!

NAMA gunung Merapi sudah cukup populer di telinga masyarakat Indonesia. Sesuatu yang berkaitan keberadaan gunung Merapi kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau misteri, di antaranya keberadaan makhluk-makhluk gaib penguasa dan penghuni gunung Merapi. Hal ini tidaklah berlebihan, karena hasil investigasi membuktikan bahwa masyarakat setempat yakin kalau penghuni dan penguasa gunung Merapi memang ada.

Mereka memanggilnya dengan sebutan Eyang Merapi. “Bapak lihat bukit kecil di atas itu? Itu namanya gunung Wutah, gapuranya atau pintu gerbangnya kraton Eyang Merapi”. Sebaris kalimat dengan nada bangga itu meluncur begitu saja dari Bangat, seorang penduduk asli Kinahrejo Cangkrinagan Sleman, sesaat setelah kami menapaki sebuah ara tandus berbatu tanpa hiasan pepohonan sebatang pun.

Masyarakat setempat meyakini, kawasan wingit yang diapit oleh dua buah gundukan kecil itu memang dikenal sebagai pelatarannya keraton Eyang Merapi. Untuk naik ke sana, diingatkan agar uluk salam, atau sekadar minta permisi begitu di atasnya. “Kulo nuwun Eyang, kulo ingkang sowan, sumangga silakna rikma niro,” imbuh istri Bangat, Suharjiyah, sembari menuntun kami untuk menirukan lafal tersebut.

Tenyu saja, imbauan sepasang suami istri yang tubuhnya kian keriput dimakan usia itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sang penguasa kraton Merapi sangat tersinggung bila ada pendatang baru yang neko-neko (berbuat macam-macam), pethakilan (bertingkah tidak senonoh) tanpa memberi uluk salam (permisi). Hal-hal tersebut jika dilanggar akibatnya akan sangat fatal. “Mereka yang sama sekali tidak mengubris pakem kultur tersebut jelas akibatnya akan fatal, biasanya akan tersesat hingga kecebur jurang,” tegas Bangat.

Satu hal yang perlu diingat, setiap pendatang baru di kawasan Kinahrejo niscaya bakal celaka bila sampai menyakiti hati penduduk setempat. “Nantinya bisa-bisa kuwalat jadinya,” imbuh Bangat. Sekejam itukah? “Sebenarnya sih enggak. Cuma memang, Eyang Merapi itu nggak suka kalau kampung sini (Kinahrejo, Red) jadi sasaran perbuatan yang nggak terpuji. Masalahnya, warga sini sebetulnyakan masih termasuk rakyatnya kraton Eyang Merapi. Nggak percaya? Coba saja Bapak perhatikan dan tanyakan kepada warga sini, apa pernah wilayah ini terkena semburan lahar panas Merapi? Pasti jawab mereka tidak,” terang Bangat.

Ditambahkan, beberapa warga setempat menggambarkan sosok penguasa kraton Merapi dengan makhluk yang menyeramkan, namun berhati mulia dan tidak bermaksud jahat, “Dia adalah pengayom masyarakat setempat,” tandas Suharjiyah. Besarnya rasa percaya masyarakat setempat terhadap keberadaan Eyang Merapi membuat mereka yakin bahwa akan hal-hal yang mistis yang terjadi menimpa masyarakat. Misalnya, pintu gerbang kramat, penduduk yang tinggal di lereng gunung Merapi itu percaya bahwa pintu gerbang tersebut penangkal dari segala marabahaya.

Pintu gerbang yang berdiri selama 9 abad itu nyaris pernah tersentuh bencana gunung Merapi. Padahal secara teknis daerah tersebut termasuk daftar daerah bahaya. Hal itu juga tak lepas dari keberadaan dua buah bukit (Wutah dan Kendit) yang berfungsi sebagai benteng desa-desa sekitar Kinahrejo. “Bukit Kendit maupun bukit Wutah itu kan masih masuk dalam wilayah kekuasan Eyang Merapi. Itukan pasebannya (tempat untuk menghadap raja) kraton Eyang Merapi. Jadi nggak mungkin Eyang akan tega membinasakan orang yang memang sudah lama mendiami tempat sekitar itu,” Bangat menjelaskan lebih jauh.

Memang, dibandingkan penduduk desa lainnya, nasib penghuni desa Kinahrejo dan sekitarnya termasuk yang beruntung. Selain merupakan desa yang nyaris selalu luput dari ancaman bahaya lahar panas Merapi, desa yang konon termasuk desa kesayangan Eyang Merapi itu juga menjadi sebuah reresentasi dari sebuah suasana kehidupan yang serba nyaman dan tentram.

Tak aneh kalau dikemudian hari kerap muncul sindirin dikalangan penduduk setempat kepada warga diwilayah barat daya gunung Merapi yang kerap jadi langganan bencana lahar. “Kalau ingin hidup tenang tentram, pindahlah kemari. Eyang Merapi kan selalu melindungi kami,” ujar Wardiyah, salah seorang warga yang mengaku penduduk asli desa Kinahrejo.

Ucapan Wardiyah tersebut memang ada benarnya. Penduduk desa Kinahrejo seolah telah mendapat garansi dari Eyang Merapi. Pendek kata, selagi mereka patuh terhadap segala peraturan yang ada misalnya selalu mempersembahkan bulu bekti berupa persembahan sesajian serta selalu melakukan ritual labuhan setiap tahunnya, mereka yakin dan optimis bahwa mereka akan senantiasa terhindar dari ancaman letusan Merapi.

Penggalangan Dana “Polines Peduli Merapi dan Mentawai”

Pengembleman UKM PP 2010

Study Robotika 2010

Ayo para Maba pada ikutan ya “Study Robotika 2010″ hanya di UKM PP tentunya..!!!!!

SEMANGAT…!!!!!!!!

Tim robot dari UGM berhasil mendominasi kejuaraan Kontes Robot Indonesia Regional III, yang meliputi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Kalimantan. Kontes diselenggarakan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (15/5).

Kompetisi yang diikuti oleh 61 tim dari 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ini terdiri atas Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), yang terbagi atas Robot Beroda, Robot Berkaki, dan Robot ”Battle”. Secara keseluruhan, tim UGM meraih juara I untuk KRI dan penghargaan untuk desain serta strategi terbaik. Selain itu, UGM juga sukses menduduki posisi pertama untuk KRCI Beroda, juara I KRCI Berkaki, dan strategi terbaik.

Selengkapnya, untuk kategori KRI, juara I diraih Tim ”Garuda” UGM Yogyakarta, juara II direbut Tim ”In The Moesty” Politeknik Negeri Banjarmasin, juara III adalah Tim ”Roro Jonggrang 2010” Universitas Diponegoro Semarang, dan juara harapan ialah Tim ”Abu Robocon” Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Untuk KRCI Beroda, juara I, Tim ”Ironfire” UGM Yogyakarta, juara II, Tim ”AB Genetron” Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, dan juara III Tim ”An Nuur” Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Posisi I untuk kategori KRCI Berkaki ditempati oleh ”Grafika02” UGM Yogyakarta, juara II diraih Tim ” R2C Octopus” Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, sedangkan juara III tidak ada.

Sementara itu, KRCI ”Battle”, juara I adalah Tim ”Al Aadiyaat” Universitas Negeri Yogyakarta, juara II, Tim ”RC2 Battle” Univesitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan juara III, Tim ”Elsadha” Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penghargaan khusus untuk KRCI, yakni desain dan inovasi terbaik diperoleh tim UNY, sedangkan strategi terbaik oleh UGM.

Para pemenang Kontes Robot Indonesia Regional III itu akan mewakili wilayahnya pada kontes tingkat nasional yang dijadwalkan digelar Juli mendatang di Malang. Selanjutnya, juara nasional akan mewakili Indonesia pada Kontes Robot Internasional di Kairo (Mesir) dan juara KRCI akan difasilitasi mengikuti kontes robot internasional di California (AS).

Camping Regenerasi 2010

——————————————————————————————–

Tim SMK Negeri 4 Semarang menjuarai Roboline Contest Politeknik Negeri (Polines) Semarang, yang berlangsung 3-4 April 2010. Mereka menyisihkan 46 peserta lain dalam kontes robot yang diikuti sejumlah sekolah kejuruan –baik negeri maupun swasta– di Jawa Tengah dan Yogyakarta ini.

Sementara juara II diraih oleh SMK IPT Karangpanas Semarang, dan juara III SMK Negeri 3 Yogyakarta. Sedangkan untuk gelar The Best Design diraih oleh SMK  Kudus, melalui robot penjejak garisnya.

Tim SMK Negeri 4 Semarang mampu tampil tercepat dengan roda kemudi yang stabil, sehingga tidak berjalan zig-zag. Robot ini mampu menyelesaikan rute itu hanya dalam tempo kurang dari 30 detik.

Pada Roboline contest  dilombakan robot penjejak garis. Robot peserta yang didesain mirip mobil dan bertenaga baterei itu harus menyusuri ‘jalan’/ garis hitam setebal 1,5 centimeter. Garis hitam ini bervariasi mulai dari jalan lurus, tanjakan, hingga belokan menikung yang tajam, dengan ketentuan waktu jarak tempuh maksimal lima menit.

Namun dalam kontes ini, rata-rata robot karya siswa SMP dan SMA se-Jawa Tengah dan Yogyakarta itu mampu melahap jarak yang ditentukan kurang dari dua menit.

Menurut Sekretaris Panitia, Firman Jatiwasisto, robot yang disertakan dalam kontes oleh masing- masing tim harus lolos dari persyaratan pertama , berupa berat maksimal robot 3 kilogram.

Selain itu, dimensinya harus kurang dari 20 kali 20 cm. Semua peserta lolos pada syarat pertama ini sehingga mereka bisa terjun untuk berkompetisi dalam kontes robot ini.

Yang paling menggembirakan adalah semangat serta animo para peserta yang masih duduk di bangku SMP dan SMK ini, meski dukungan teknis masih butuh perbaikan.

“Masalah yang muncul di arena perlombaan adalah sang robot sering ngadat. Mulai adanya kerusakan mekanik sehingga roda terlepas, roda gigi tidak terkait, sampai dengan lampu penjejak garis tidak berfungsi maksimal,” jelasnya.

Sedangkan animo dapat dilihat dari peserta kontes yang datang dari Yogyakarta, Rembang dan Pati. Artinya sekolah di daerah mulai melirik kontes robot sebagai arena adu ketrampilan siswanya.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/04/109435-smk-4-semarang-juara-roboline-contest


Temu Alumni 2010

Seperti tahun-tahun sebelumnya, proker Departemen Humas ini sudah menjadi tradisi yang wajib dilaksanakan minimal satu tahun sekali, apalagi kalau bukan Temu Alumni. Acara ini merupakan sarana yang efektif untuk mempertemukan dan mempererat tali silaturahmi antar alumni UKM PP atau pengurus UKM PP yang telah lulus dengan pengurus UKM PP yang masih aktif.

Untuk tahun kepengurusan 2009-2010 kali ini, acara Temu Alumni dilaksanakan tanggal 2-3 Januari. Koq 2 hari..???? Ya.. iyalah… lha wong pake nginep koq…

Memang tahun ini konsep acara Temu Alumni sungguh sangat berbeda apabila dibandingkan konsep Temu Alumni yang terdahulu. Dimana acara Temu Alumni tahun-tahun kepengurusan sebelumnya hanyalah sebuah acara yang seringnya diadakan di tempat pemancingan, acara berlangsung seperti sharing-sharing kemudian dilanjutkan makan. Banyak alumni yang berkomentar akan acara Temu Alumni yang selalu monoton dari tahun ketahun. Hal ini menyebabkan sedikitnya alumni yang tertarik hadir dalam acara Temu Alumni.

Untuk itu kami menginginkan suatu acara yang bisa berkesan bagi para Alumni yang hadir, sekaligus mendatangkan banyak alumni. Awalnya berdasarkan saran dari salah satu alumni UKM PP yaitu Mas Ade, kami berencana mengadakan outbond pada Temu Alumni kali ini yang berlokasi di Umbul Sidomukti.

Namun,  dikarenakan biaya outbond yang kurang pas dikantong mahasiswa, terpaksa kami merubah konsep menjadi makan bersama dengan menu seperti di pemancingan dan setelah itu ada Free Time untuk outbond sendiri-sendiri.

1 minggu sebelum hari H, ada usul yang lebih menarik dari kami, yaitu menyewa villa untuk Temu Alumni kali ini. Jadi acara akan berlangsung lebih efektif dan efisien. Para alumni bisa saling temu kangen dengan rekan-rekan lamanya. Selain itu mereka pada Temu Alumni kali ini juga berencana akan merapatkan tentang kepengurusan IKA PP (Ikatan Alumni UKM PP) yang selama ini belum dapat dipastikan kejelasan kepengurusannya. Sehingga mereka bisa merapatkan hal ini dengan waktu yang lebih panjang.

Beberapa alumni yang hadir Temu Alumni tanggal 2-3 Januari kemarin yaitu : Mas Agus Sahal, Mas Riski Azhari, Mas Sarwo Edi, Mas Ade Rafiansyah, Mas Togi, Mas Aris, Mas Ricky, Mas Nasrul, Mas Juno, Mas Angga, Mbak Endang, Mbak Lena, Mbak Khsanah, Mbak Bunga dan masih banyak lainnya. Sungguh Kami sangat bersyukur Temu Alumni kali ini adalah Temu Alumni paling seru dan ramai dihadiri para alumni.

Semoga Temu Alumni tahun ini bisa menjadi contoh dan pelopor untuk acara-acara UKM PP khususnya Temu Alumni….

Maju Terus UKM PP..!!!!!
Hidup PP..!!!!

NB : foto lainnya nyusul ya…..

Hari Sabtu dan Minggu kemarin tanggal 5-6 Desember 2009, UKM PP mengirimkan 8 team pada ajang ROBORACE LINE FOLLOWER CONTEST yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kontes ini merupakan kontes tingkat nasional terbesar yang diadakan UNY selama 3 periode berturut-turut. Lomba ini diikuti oleh 150 team dari berbagai Universitas dan Politeknik terkemuka di Indonesia.

Kontes ini memperebutkan piala gubernur, walikota, rektor dan dekan Fakultas Teknik UNY. Dengan hadiah total 7 juta rupiah, diambil 6 juara dan 2 diantaranya merupakan desain dan teknologi terbaik. Acara melibatkan 2 juri Fakultas Teknik UNY yaitu, Aris Nasuha dan Mashudah. Mulyono menuturkan, bahwa untuk mengikuti lomba ini harus memenuhi spesifikasi yaitu, robot tidak boleh  memiliki tegangan lebih dari 24 volt, dimensi 20x20x20 cm dan harus merakit sendiri. Sebelum memasuki track perlombaan, robot harus melalui 3 tahap pemeriksaan spesifikasi guna menghindari terjadinya kecurangan.

Peserta yang mengikuti berasal dari berbagai Universitas dan Politeknik diantaranya, ITS, UNNES, UNISSULA, UNDIP, UGM, UNY, UDINUS, POLINEMA, UNJ, POLINES, dll. Serta diikuti oleh siswa SMK 7 Semarang dan SMA 2 Depok.

Pada babak penyisihan ada 2 putaran pukul 09-00-12.00 WIB, pada putaran pertama dari Polines hanya 5 team yang berhasil sampai finish. Team Telecom AB yang mengalami gangguan teknis pada putaran pertama, secara mengejutkan dapat memperbaiki catatan waktu pada putaran kedua sehingga menjadi satu-satunya team dari Polines yang lolos ke babak 32 besar. “Penilaian dilihat dari segi teknik dan non-teknik, dari segi teknik ditinjau dari performa dan kecepatan robot. Sedangkan dari segi non-teknik, ditinjau dari kerapian, design, modifikasi, dan komponen warna robot”, ujar Mashuda selaku juri dan dosen Elektronika UNY.

Pada hari kedua, Polines berhasil melaju hingga 16 besar, namun sayangnya terpaksa tersungkur pada 8 besar. “Padahal kami menargetkan minimal dapat mempertahankan juara ketiga seperti tahun lalu.” tutur Sari salah satu anggota team Telecom AB dari kelas TK3A. Best Design diraih oleh team Dokar I dari UGM.

Malam Keakraban II

Tanggal 30 November diadakan Malam Keakraban ke-2, berhubung 3 hari kemarin adalah IduL Adha maka Makrab kali ini acaranya adalah Nyate…!!
Seperti tahun lalu, makrab ke-2 juga diadakan setelah idul adha. Kemungkinan ini akan jadi tradisi UKM PP kedepannya, soalnya Makrab Nyate ini baru mulai diadakan tahun lalu.

2 hari sebelum hari H, temen-temen pada ngebantu ngumpulin daging dari anggota PP yang pulang kampung dan punya sisa daging dirumahnya. Karena ini adalah prokernya Departemen Humas, ya sudah jelas yang meng-koordinir dan wira-wiri dari Humas itu sendiri…

Harapannya para maba bisa ikut berkontribusi aktif kedepannya, karena proker-proker UKM PP yang lain sudah menunggu di depan mata….

 

About Departemen Humas UKM PP

Departemen Humas adalah salah satu departemen di UKM PP yang memiliki tugas menjembatani UKM PP baik dengan level kampus maupun dunia luar. Salah satunya adalah dengan web sederhana ini. Dengan modal domain dan webhosting gratisan yang diberi oleh alumni kemudian dipelopori oleh Ridha Faisal S. sebagai Ketua Departemen Humas 2009/2010 yang secara kebetulan memiliki hobi utak-atik di dunia maya maka jadilah web sederhana seperti sekarang ini. Harapannya untuk adik-adik kedepannya semoga terus dikembangkan. HIDUP PP..!!!