Archives for Uncategorized category
Ukm Pengembangan Pengetahuan akan mengadakan CAMOING REGENERASI tgl 6-8April tempat di NGLIMUT..

Untuk menentukan Polling penentuan Temu Alumni 2011, Klik Gambar Dibawah ini !!!
Bagi para Alumni yang ingin menjadi Ikatan Alumni PP Klik Gambar ini yaaa….. mongggoo dan terimkasih telah bergabung.
27 Oct
Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi UKM PP 2011
Posted in Uncategorized by admin | No Comments
Buruan ya para maba-maba daftar di posko kami di UKM Pengembangan Pengetahuan

ALhamdulilah ya akhirnya kakak2 kelas kami telah lulus dengan bangganya menyabet gelar AMD… hahahahaha kenapa ga Intel ya…?Kami ucapkan Selamat dari angkatan di bawah setelah kakak kelas…… kami hanturkan Alhamdulillah….
NAMA gunung Merapi sudah cukup populer di telinga masyarakat Indonesia. Sesuatu yang berkaitan keberadaan gunung Merapi kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau misteri, di antaranya keberadaan makhluk-makhluk gaib penguasa dan penghuni gunung Merapi. Hal ini tidaklah berlebihan, karena hasil investigasi membuktikan bahwa masyarakat setempat yakin kalau penghuni dan penguasa gunung Merapi memang ada.
Mereka memanggilnya dengan sebutan Eyang Merapi. “Bapak lihat bukit kecil di atas itu? Itu namanya gunung Wutah, gapuranya atau pintu gerbangnya kraton Eyang Merapi”. Sebaris kalimat dengan nada bangga itu meluncur begitu saja dari Bangat, seorang penduduk asli Kinahrejo Cangkrinagan Sleman, sesaat setelah kami menapaki sebuah ara tandus berbatu tanpa hiasan pepohonan sebatang pun.
Masyarakat setempat meyakini, kawasan wingit yang diapit oleh dua buah gundukan kecil itu memang dikenal sebagai pelatarannya keraton Eyang Merapi. Untuk naik ke sana, diingatkan agar uluk salam, atau sekadar minta permisi begitu di atasnya. “Kulo nuwun Eyang, kulo ingkang sowan, sumangga silakna rikma niro,” imbuh istri Bangat, Suharjiyah, sembari menuntun kami untuk menirukan lafal tersebut.
Tenyu saja, imbauan sepasang suami istri yang tubuhnya kian keriput dimakan usia itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sang penguasa kraton Merapi sangat tersinggung bila ada pendatang baru yang neko-neko (berbuat macam-macam), pethakilan (bertingkah tidak senonoh) tanpa memberi uluk salam (permisi). Hal-hal tersebut jika dilanggar akibatnya akan sangat fatal. “Mereka yang sama sekali tidak mengubris pakem kultur tersebut jelas akibatnya akan fatal, biasanya akan tersesat hingga kecebur jurang,” tegas Bangat.
Satu hal yang perlu diingat, setiap pendatang baru di kawasan Kinahrejo niscaya bakal celaka bila sampai menyakiti hati penduduk setempat. “Nantinya bisa-bisa kuwalat jadinya,” imbuh Bangat. Sekejam itukah? “Sebenarnya sih enggak. Cuma memang, Eyang Merapi itu nggak suka kalau kampung sini (Kinahrejo, Red) jadi sasaran perbuatan yang nggak terpuji. Masalahnya, warga sini sebetulnyakan masih termasuk rakyatnya kraton Eyang Merapi. Nggak percaya? Coba saja Bapak perhatikan dan tanyakan kepada warga sini, apa pernah wilayah ini terkena semburan lahar panas Merapi? Pasti jawab mereka tidak,” terang Bangat.
Ditambahkan, beberapa warga setempat menggambarkan sosok penguasa kraton Merapi dengan makhluk yang menyeramkan, namun berhati mulia dan tidak bermaksud jahat, “Dia adalah pengayom masyarakat setempat,” tandas Suharjiyah. Besarnya rasa percaya masyarakat setempat terhadap keberadaan Eyang Merapi membuat mereka yakin bahwa akan hal-hal yang mistis yang terjadi menimpa masyarakat. Misalnya, pintu gerbang kramat, penduduk yang tinggal di lereng gunung Merapi itu percaya bahwa pintu gerbang tersebut penangkal dari segala marabahaya.
Pintu gerbang yang berdiri selama 9 abad itu nyaris pernah tersentuh bencana gunung Merapi. Padahal secara teknis daerah tersebut termasuk daftar daerah bahaya. Hal itu juga tak lepas dari keberadaan dua buah bukit (Wutah dan Kendit) yang berfungsi sebagai benteng desa-desa sekitar Kinahrejo. “Bukit Kendit maupun bukit Wutah itu kan masih masuk dalam wilayah kekuasan Eyang Merapi. Itukan pasebannya (tempat untuk menghadap raja) kraton Eyang Merapi. Jadi nggak mungkin Eyang akan tega membinasakan orang yang memang sudah lama mendiami tempat sekitar itu,” Bangat menjelaskan lebih jauh.
Memang, dibandingkan penduduk desa lainnya, nasib penghuni desa Kinahrejo dan sekitarnya termasuk yang beruntung. Selain merupakan desa yang nyaris selalu luput dari ancaman bahaya lahar panas Merapi, desa yang konon termasuk desa kesayangan Eyang Merapi itu juga menjadi sebuah reresentasi dari sebuah suasana kehidupan yang serba nyaman dan tentram.
Tak aneh kalau dikemudian hari kerap muncul sindirin dikalangan penduduk setempat kepada warga diwilayah barat daya gunung Merapi yang kerap jadi langganan bencana lahar. “Kalau ingin hidup tenang tentram, pindahlah kemari. Eyang Merapi kan selalu melindungi kami,” ujar Wardiyah, salah seorang warga yang mengaku penduduk asli desa Kinahrejo.
Ucapan Wardiyah tersebut memang ada benarnya. Penduduk desa Kinahrejo seolah telah mendapat garansi dari Eyang Merapi. Pendek kata, selagi mereka patuh terhadap segala peraturan yang ada misalnya selalu mempersembahkan bulu bekti berupa persembahan sesajian serta selalu melakukan ritual labuhan setiap tahunnya, mereka yakin dan optimis bahwa mereka akan senantiasa terhindar dari ancaman letusan Merapi.
Penggalangan Dana “Polines Peduli Merapi dan Mentawai”
UKM PP dinobatkan sebagai UKM dengan program kerja unggulan terbaik tahun ini. Program kerja unggulannya tak lain adalah PRC (Polines Robot Contest).
Sedangkan UKM Terbaik tahun ini diraih oleh UKM KONSEP, jika UKM KONSEP bisa maka UKM PP pun harus bisa meraih UKM terbaik tahun depan. 
15 Jun
LTRC 4 STTNAS Yogyakarta ; Menanjak Ngambek, Belok Bingung
Posted in Uncategorized by admin | No CommentsSEBUAH robot mondar-mandir dan berputar-putar di depan rute jalur tracking tanjakan. Pemiliknya nampak grogi dan gemetar. Keringat dingin menyelimuti raut mukanya. Sedangkan robot lain dengan tenangnya melaju dan melewati rute tracking tanjakan maupun tikungan dengan mudah. Sorak sorai penonton yang memadati arena lomba membuat suasana makin menegangkan.
Selain robot yang harus prima, suasana hati dan psikologi pemiliknya pun harus bagus. Sehingga dengan kondisi robot prima plus psikologis yang fit, dan tenang bisa dipastikan robot kebanggaannya memang bisa melalui jalur tracking tanjakan maupun kelokan dengan lancar. Kontes robot menyusuri jalan, melewati jembatan, tanjakan maupun kelokan terbilang seru.
Rute tracking tanjakan dan kelokan memang jalur yang tidak mudah dilalui robot. Bahkan, kelokan merupakan jalur yang membuat para peserta harus berulang kali gemetar karena robotnya ngambek dan hanya berputar-putar di tempatnya. Beberapa robot peserta banyak yang tidak bisa menyelesaikan perlombaan karena robot tidak prima. Read more… »
Setelah melalui kompetisi cukup ketat, Photon, robot karya mahasiswa Polines, akhirnya berhak maju ke kontes tingkat nasional.
Pada Kontes Robot Indonesia Regional 3 di kampus UGM Yogyakarta, belum lama ini, Photon menjadi jawara.
Pembantu Direktur III Polines Drs M Asrori MSi menuturkan tim Polines berhasil meloloskan satu robot. ”Itu prestasi membanggakan karena kompetisi robot Regional 3 yang diikuti 13 tim cukup ketat.”
Keberhasilan tim yang beranggota Rizka Aji Setiyawan, Aries Putra R, M Rudiyanto, Dovit Prasetyono, dan Ahmad Asari, dengan dosen pembimbing Ir Suharto dan Amin Suharjono ST MT, itu jadi satu-satunya wakil Jawa Tengah ke Kontes Robot Indonesia tingkat nasional.
Kompetisi nasional itu bakal berlangsung di UGM pada 12-14 Juni. ”Pada kompetisi itu akan bertanding 24 tim. Mereka merupakan pemenang kompetisi Regional 1 sampai 4,” katanya
(kalo mau liat versi langsung dari situsnya klik link berikut : Suara Merdeka






