Sabtu – Minggu kemarin tanggal 21-22 November 2009, telah dilaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi atau lebih sering disebut LKMO. Bertempat di Bumi Perkemahan Candra Birawa, Karanggeneng, Gunungpati. LKMO kali ini diikuti oleh 48 peserta, dari berbagai jurusan. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya lebih banyak didominasi oleh jurusan elektro dan mesin.
Tujuan dari LKMO sendiri, selain pelantikan anggota baru, juga merupakan pelatihan anggota baru UKM PP tentang apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam berorganisasi.
Acara hari Sabtu adalah materi, yang disampaikan yaitu leadership dengan pembicara Arif Jamalludin (eks Presma 2005), analisis SWOT, manajemen sidang dengan pembicara Yana Sukmaya, dan simulasi sidang.Untuk analisis SWOT ternyata pembicara tidak dapat hadir, akhirnya analisis SWOT dihandle oleh panitia sendiri.
Untuk malam harinya diadakan caraka malam,
yaitu jalan-jalan malam yang masing-masing peserta harus melewati 5 pos, pos motivasi, pos loyalitas, pos curhat, pos mental dan pos muhasabah.
Untuk hari Minggu, acaranya adalah outbond, diisi permainan-permainan yang membangun kerjasama, kreativitas, dan kepemimpinan tentunya.
“Senang, asyik, kegiatan caraka dan sidang sangat menantang, banyak manfaat yang didapat, nggak nyesel deh ikut LKMO”‘
kata Ana, peserta LKMO dari kelas EK-1B.
Yang diharapkan dari acara LKMO 2009 adalah menciptakan penerus UKM PP yang lebih baik dan lebih baik lagi. Hidup PP..!!!!!
Tim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih juara pertama dalam “Robo Line Follower Contest”. Kontes robot ini diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada Sabtu 18 Juli lalu. Tim yang bernama TeamUS ini mampu menyisihkan 100 peserta dari PTN-PTS seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini. Tim yang beranggotakan Ibrahim Agil, Rama Okta Wiyagi dan Handri Sumarwan menuturkan bahwa pada lomba tersebut yang dinilai adalah aspek kecepatan dalam menempuh track atau lintasan yang disediakan.
“Namun kecepatan bukan aspek utama, keakuratan robot dalam membaca garis lintasan juga diperhitungkan”, ungkap Agil ketika ditemui di Kampus terpadu UMY Rabu (22/7). Kunci kemenangan mereka adalah kestabilan gerak robot. “Robot kami ini memang bukan yang tercepat karena kami menempuh seluruh track dalam waktu 22 detik, namun robot kami gerakannya stabil, lurus sesuai track”, jelas Agil. Keunggulan Telotron, robot mereka dibandingkan dengan robot-robot dari tim lain adalah Telotron bentuknya sederhana, jarak badan robot dengan tanah dekat tidak terlalu tinggi sehingga jalannya lebih gesit.
“Selain badan robot yang rendah juga diimbangi dengan lebar robot, sehingga selain lincah gerakannya juga halus”, urainya. Selain itu pada Telotron juga terdapat Switching Regulator. Alat ini digunakan untuk menyetabilkan tegangan sehingga lebih kebal terhadap gangguan dari motor atau mesinnya. Sedangkan kekuatan untuk menggerakkan robot agar berjalan dengan tepat yaitu dengan menggunakan torsi. Telotron juga menggunakan display atau layar untuk mengetahui bagaimana kondisi robot serta digunakan untuk mengatur kecepatan robot. “Sehingga keadaan robot bisa dipantau”,tandasnya. Ketiga mahasiswa Teknik Elektro UMY ini mengaku apa yang mereka lakukan hanya menerapkan ilmu yang mereka peroleh ketika mengikuti perkuliahan.”Kami hanya mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh, sehingga dapat dijadikan parameter untuk mengukur kemampuan kami dengan universitas lain,”tandas Agil.
Robo Line Follower Contest merupakan kegiatan yang diselenggarakan Techno Corner UGM. Dalam kompetisi ini, robot-robot saling berpacu pada lintasan yang bergaris hitam. Selain harus cepat, robot harus mampu membaca garis hitam lintasan, sehingga robot dapat berjalan dengan stabil. Kompetisi ini dimenangkan tim dari UMY. Sedangkan juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh tim dari UGM dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
100 tim peserta akan memperebutkan satu tempat tercepat dalam competition “Technocorner 2009? di UGM, peserta yang ikut dalam competisi ini antara lain dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Salatiga dan Yogyakarta. http://technocorner2009.com/ [daftar peserta]
Dalam competisi ini peserta akan dihadapakan dalam 1 group ada 4 buah tim yang akan memperebutkan tiker ke babak selanjutnya dan sampai ke final
Tim Robotika Polines mengirimkan 8 tim yang terdiri dari 3 orang dalam satu tim, yang mana Nama tim tersebut ialah : ANDROID, KAIZEN, ZERO, ZEUS, CUI, On-THEL, LOVE-U, dan SASTRO
Mohon Doa dan Dukungan nya dalam perlombaan tersebut, semoga mendapatkan hasil yang terbaik baik bagi peserta dari Tim Robotika UKM PP maupun untuk Mengharumkan nama Politeknik Negeri Semarang dalam lomba yang akan di ikuti
lomba akan di selenggarakan pada
Tanggal : 18 Juli 2009
Hari : Sabtu
Tempat : Plasa KPTU Teknik Elektro UGM
Jam : 07.00 – 18.00
HIDUP UKM PP…………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Don’t Give Up TIM ROBOTIKA POLINES
|||||||Keep Your Spirit Robotic Development Community||||||
Tim robot “D4=S1”, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) , keluar sebagai pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2009 dan berhak mewakili Indonesia untuk mengikuti kontes robot tingkat internasional, ABU Roboccon, di Tokyo, Jepang. Robot ‘asal’ Surabaya ini berhasil mengalahkan dua robot dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di babak final yang digelar Sabtu (14/6) di Grha Sabha Pramana UGM. Tim robot “Patriot” UGM harus puas berada di peringkat kedua, sedangkan tim robot “Shiraru” dari UPI menduduki posisi ketiga.
D4=S1 berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan tampil sesuai dengan aturan yang ditetapkan dewan juri. Dengan mulusnya, robot ini melaju melewati rintangan yang ada dan berhasil memukul bedug dengan catatan waktu 54 detik dari 3 menit waktu yang disediakan. “Sering melakukan latihan dan uji coba serta bertanding dengan mengutamakan strategi safety, menghindari terjadinya error, menjadi kunci kemenangan tim kami,” kata Hisyam, programer robot D4=S1.
Menjadi juara tingkat nasional memang menjadi target tim PENS. Robot D4=S1 bahkan juga ditargetkan untuk dapat melaju hingga tingkat internasional mewakili Indonesia. Diakui Hisyam, tampil di tingkat internasional merupakan target timnya sejak awal. Mencapai kemenangan di tingkat nasional adalah amanah yang harus mereka lanjutkan tim robot PENS tahun sebelumnya yang juga berhasil menang dan mewakili Indonesia pada kontes robot internasional di India.
Namun, kemenangan yang telah diraih tidak lantas menjadikan anak-anak PENS terus terbuai dengan kegembiraan. Setelah kontes ini, tim robot D4=S1 akan berkonsentrasi dan fokus menyiapkan diri untuk menghadapi kontes robot internasional di Tokyo pada 22 Agustus mendatang. Read more… »
Tim robot Photon Politeknik Negeri Semarang, yang dijalankan oleh Rizka Aji, Rudiyanto, dan Ahmad Asari ini berhasil menaklukkan Tim robot Pi-kul B2 dari Politeknik Manufaktur Timah Bangka. Walaupun sebelumnya sempat dikalahkan oleh Tim robot Gun_Dhank dari Politeknik Negeri Padang. Namun hal itu tak menyurutkan semangat para tim robot Photon, semangat tersebut terpancar dari sorot mata sang operator yang sangat serius menghadapi tim robot Pi-kul B2 demi sebuah kemenangan.
Terlebih para suporter dari POLINES yang bersatu dengan suporter UNNES semakin membakar semangat tim Photon dengan suara-suara “klothekan” dan yel-yel untuk mereka.
Namun yang sangat disayangkan ketika tim Photon telah menang menuju 16 besar, pertandingan selanjutnya yaitu melawan Tim robot Zhafarul Zero Hepta dari Universitas Muhammadiyah Malang untuk merebut 8 besar adalah keputusan juri yang kurang fair. Dengan begitu tim Photon terpaksa berhenti di peringkat 16 besar. Pencapaian ini sudah sangat membanggakan kami untuk tingkat nasional.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut dapat dipetik hikmahnya untuk mengasah kemampuan tim-tim robot POLINES guna lebih mengembangkan skill dan maju ke medan KRI-KRCI-KRSI 2010 tahun depan.
Maju Tim Robot POLINES….!!!!! Hidup UKM PP..!!!!!
Berdasarkan rapat dewan juri KRI/KRCI 2009 beserta perwakilan DPPM Dikti Depdiknas di Gedung UC UGM pada tanggal 20 Mei 2009 telah diputuskan calon peserta KRI/KRCI 2009 tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Gedung Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tanggal 13-14 Juni 2009. Adapun daftar namanya sebagai berikut
Jadwal Penting :
Kamis, 11 Juni 2009 mulai pk. 12:00 registrasi peserta
Jumat, 12 Juni 2009: Technical Meeting, Running Test & Drawing
Sabtu-Minggu 13-14 Juni: hari pertandingan
Selamat untuk yang telah lolos, selamat bertanding di kontes tingkat nasionalU untuk yang belum lolos tetap semangat persiapan untuk tahun depan
Sebanyak 21 Perguruan Tinggi dan sejumlah lembaga pendidikan lain, Rabu (13/5) mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) wilayah III yang digelar oleh Universitas Gadjah Mada di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.
“Untuk masing-masing universitas hanya boleh mengirim satu peserta baik untuk KRI mapupun KRCI. Tapi untuk KRCI yang terdiri dari empat divisi boleh diwakili oleh masing-masing universitas,” kata Ahmad Ashari, Ketua Umum KRI & KCRI 2009 regional III Yogyakarta di Grha Sabha pramana UGM, Rabu (13/5).
Bagi peserta yang berhasil menjadi juara dalam kontes regional III yang mencakup wilayah DIY, Jateng, dan Kalimantan ini nantinya akan disertakan pada Kontes Robot Nasional yang akan digelar di tempat yang sama pada bulan depan.
“Juara 1, II dan III nantiakan menjadi peserta kontes robot di tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada 13 – 14 Juni 2009 mendatang di Grha Sabha Pramana UGM,” ujarnya.
Menurut Ashari, kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk memfasilitasi mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa agar mampu mengembangkan kreativitasnya ke arah yang positif dan diharapkan mampu berguna bagi ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Pada Kontes Robot Indonesia (KRI), setiap tim harus membuat satu robot pembawa manual, satu robot pembawa otomotis dan satu automatic traveler robot. Dua robot pembawa otomotasi dan robot pembawa manual bekerjasama membawa automatic traveler robot dalam sebuah tandu (kago) menuju goal zone melewati Mountain Pass (gunung) dan Woods (hutan). Sesampainya di goal zone, traveler robot harus memukul gong. Bagi yang tercepat memukul, dialah yang dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sementara itu di KRCI, dibagi dalam empat divisi, yaitu divisi senior beroda, divisi senior berkaki, divisi expert single, divisi expert battle. Divisi senior beroda dan divisi senior berkaki tingkat kesulitannya sedang di mana masing-masing robot menggunakan roda dan kaki sebagai alat gerak untuk mencari dan memadamkan api pada arena lapangan. Divisi expert single merupakan devisi dengan tingkat kesulitan yang tinggi, di mana misi robot tidak hanya memadamkan, tapi juga menemukan bayi pada arena yang konfigurasinya acak.
Selain UGM, sejumlah Perguruan Tinggi lain yang turut serta adalah Institut Sains dan Teknologi Akprind, Politeknik Negeri Bajarmasin, Politeknik Negeri semarang, STTNas, STMIK Banjarbaru, Undip, UII, Universitas Sultan Agung, UMS, Universitas Negeri Semarang, UNY, Universitas Satyawacana, UTY, Universitas Muhammadiyah Semarang, UAD, STT Wiworotomo Purwokerto, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Jendral Soedirman, dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. (gudeg.net)
Tujuan Pendidikan Indonesia adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab. Tantangannya adalah problem mutu dan relevansi pendidikan yang ditunjukkan oleh rendahnya kemandirian dan kreatifitas lulusan perguruan tinggi. Sementara, ekspektasi dunia kerja saat ini juga sangat mensyaratkan lulusan yang kreatif, inovatif, mampu bekerja dalam tim, komunikatif, adaptif dsb.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, bersama dengan perguruan tinggi tidak pernah berhenti menfasilitasi mahasiswa, calon-calon pemimpin bangsa, mengembangkan kreatifitasnya, tentu dalam konteks menjawab mutu dan relevansi itu. Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) adalah salah satu modalitas untuk mengasah kreatifitas mahasiswa itu.
Dalam KRI dan KRCI mahasiswa dengan teamworknya, termasuk juga didalamnya dosen pembimbing, penuh kompetitif menampilkan kreatifitas terbaik mereka, robot yang mampu berhasil melewati rintangan dengan cepat, saat di kago zone dan goal zone; serta robot tercerdas yang mampu menyelesaikan tantangan sesuai dengan divisi dan misinya. Di sini ada kerjasama dan pengaturan strategi. Untuk KRI, pemenang di tingkat nasional akan menjadi wakil Indonesia di ajang kontes robot Internasional Asia-Pacific Broadcasting (ABU) ROBOCON, dimana untuk tahun 2009 akan berlangsung di Tokyo, Jepang.
Awalnya hanya ada KRI, akan tetapi pasca KRI 2003, muncul pemikiran perlunya kontes robot serupa dengan kekhususan memiliki kecerdasan buatan. Maka semenjak 2004, lahirlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Format aturan KRCI ini mengacu pada trinity college, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat yang sudah tiga belas tahun berpengalaman mengadakan kontes serupa (http://www.trincoll.edu/events/robot/rules/default.asp). Bagi pemenang di KRCI ini akan sangat berpeluang untuk mengikuti kontes serupa di tingkat Internasional yang akan diadakan di Trinity College pada 2010 di Amerika Serikat.
Untuk 2009 ini, sama dengan tahun sebelumnya, kontes robot ini diadakan dalam dua tingkat pertandingan, yaitu KRI dan KRCI tingkat regional dan tingkat nasional. Kontes di tingkat regional akan berlangsung pada bulan Mei di empat regional, yaitu regional 1 di Pekanbaru, regional 2 di Jakarta, regional 3 di Yogyakarta, dan regional 4 di Surabaya. Juara 1, II dan III di tingkat regional ini akan menjadi peserta kontes robot di tingkat nasional, dijadwalkan pada Juni 2009. Aturan kompetisi di tingkat regional sama dengan aturan di tingkat nasional. Lebih lengkap silahkan kunjungi http://DP2M-Dikti.net/
Dalam KRI, satu tim mengacu pada aturan ABU ROBOCON terdiri atas tiga orang mahasiswa dan satu orang dosen pembimbing. Tim membuat satu robot pembawa manual, satu robot pembawa otomotis dan satu automatic-traveler-robot. Dua robot pembawa otomotasi dan robot pembawa manual bekerjasama membawa automatic-traveler-robot dalam sebuah tandu (kago) menuju goal zone melewati Mountain-Pass (gunung) dan Woods (hutan). Sesampainya di goal zone, traveler-robot harus memukul tiga beduk dan yang tercepat memukul mendapatkan victory dan dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sementara itu di KRCI, dibagi dalam empat divisi, yaitu divisi senior beroda, divisi senior berkaki, divisi expert single, divisi expert battle. Divisi senior beroda dan divisi senior berkaki tingkat kesulitannya sedang di mana masing-masing robot menggunakan roda dan kaki sebagai alat gerak untuk mencari dan memadamkan api pada arena lapangan. divisi expert single merupakan devisi dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dimana misi robot tidak hanya memadamkan, tapi juga menemukan bayi pada arena yang konfigurasinya acak. Khusus untuk tahun 2009 ini, Dikti memperkenalkan divisi baru, yaitu expert battle dengan mengadopsi IJE ROBOCON (Indonesia Japan Expo) Robot Contes 2008. Divisi juga adalah pengganti dari divisi expert Swarm. Dalam divisi expert battle ini mempertandingkan dua robot dari dua tim dalam satu arena untuk memadamkan api dan mengangkat dan memindahkan bayi.
(www.dikti.go.id)
Netsains.Com – Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan Internet dalam dunia pendidikan kini adalah suatu keniscayaan. Sulit membayangkan, bagaimana sistem pendidikan modern dapat berlangsung saat ini tanpa memanfaatkan ICT dan Internet, dengan berbagai tools atau perangkat aplikasinya. Sama halnya, sulit membayangkan adanya pertumbuhan indus […]
Penemuan DNA pada tahun 1953 dan diikuti oleh perkembangan teknik analisisnya mungkin merupakan satu – satunya perkebangan terpenting dalam ilmu forensik selama bertahun – tahun. Pada tahun 1984, Dr. Alec Jeffreys menemukan bahwa setiap individu di dunia, kecuali kembar identik, memiliki DNA yang berbeda. DNA adalah singkatan dari Deoxyribonucleic Acid (Asam […]
Suka dipijat? Ada kabar baik dari kalangan ilmuwan. Dipijat terbukti bukan saja dapat menghadirkan rasa nyaman pada tubuh, melainkan juga member efek positif lain. Ilmuwan asal Kanada menemukan bahwa setelah berolahraga setidaknya selama 70 menit, dan mendapatkan pijatan tubuh, maka mengalami peningkatan produksi sel-sel energi. Lebih dari itu, mereka juga m […]
Netsains.Com – Tahukah Anda, ternyata cara minum yang salah dapat membuat gigi kita berlubang. Para profesor dari Temple University mengatakan, menggunakan sedotaan saat minum minuman soda dapat membantu kita terhidar dari gigi berlubang, asal kita bisa menggunakannya dengan benar. Pastikan ujung sedotan tidak diletakan di antara gigi, ujar Mohammed Bassioun […]
Tidak ada satu dunia pelajar akan tetapi berbagai dunia pelajar. Mereka dihadapkan dengan budaya, berbagai faktor penentu kesuksesan yang bervariasi dan selalu berubah. Untuk menggambarkan dan memberikan opini, saya melihat ada delapan tipe pelajar di Montpellier. Mungkin kedelapan tipe ini tidak merangkul keseluruhan akan tetapi mendekati komunitas total […]
Departemen Humas adalah salah satu departemen di UKM PP yang memiliki tugas menjembatani UKM PP baik dengan level kampus maupun dunia luar. Salah satunya adalah dengan web sederhana ini. Dengan modal domain dan webhosting gratisan yang diberi oleh alumni kemudian dipelopori oleh Ridha Faisal S. sebagai Ketua Departemen Humas 2009/2010 yang secara kebetulan memiliki hobi utak-atik di dunia maya maka jadilah web sederhana seperti sekarang ini. Harapannya untuk adik-adik kedepannya semoga terus dikembangkan. HIDUP PP..!!!