Info, Tips dan Peluang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Email info@ukmpp.web.id

4 Tips Murah Meriah Promosi Online untuk UKM

Hari ini, bisnis memiliki banyak cara dan tempat untuk memasarkan dirinya sendiri. Tetapi, memilih metode marketing yang tepat bagi Anda yang memiliki UKM dengan budget kecil dan sumber daya yang terbatas, bisa menjadi pekerjaan yang cukup sulit.

Meski pemasaran melalui media sosial terbilang gratis, kekurangannya adalah marketing seperti ini memakan banyak waktu, begitu juga dengan blogging. Di sisi lain, marketing tradisional seperti iklan cetak dan digital akan membutuhkan banyak biaya.

Jadi, channel marketing mana yang paling cocok untuk UKM? Berikut adalah strategi marketing terbaik yang dirancang oleh para marketing profesional dan telah dibuktikan oleh pemilik usaha kecil dan menengah.

  1. Blog

Salah satu strategi marketing terbaik untuk UKM adalah melalui blogging dengan memberikan konten yang informatif dan tidak “jualan” pada prospek dan klien. Hal ini juga akan berdampak positif pada SEO. Hanya dengan blogging setidaknya 2 kali seminggu, website Anda akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari di internet.

promo di sosial media

  1. Media Sosial

Di era seperti sekarang ini, siapa yang tidak bermain media sosial? Itu artinya peluang Anda untuk menyentuh konsumen di media sosial sangatlah besar. Banyak pilihan yang bisa digunakan untuk memasarkan bisnis Anda di media sosial. Membuat Facebook Page & memanfaatkan Facebook Ads, membangun komunitas di Twitter atau Instagram, atau sekedar display foto produk di pinterest.

  1. Email Marketing

Cara promosi ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki bisnis tipe B2B atau dengan target audiens berusia 40 tahun ke atas yang tidak terlalu familiar dengan media sosial. Namun, akan lebih baik jika jenis pemasaran ini juga dikombinasikan dengan jenis pemasaran lainnya seperti media sosial atau blogging. Anda bisa membangun daftar konsumen melalui sistem subscribe lalu mengirimkan notifikasi tentang produk-produk Anda melalui email kepada pelanggan.

  1. Video Marketing

Kini dunia marketing telah mengarah ke sisi foto dan video. Meski teks belum mati, namun tidak sedikit orang yang lebih tertarik untuk melihat video. Itulah yang menjadi alasan mengapa kini vlogging menjadi tren di kalangan enterpreneur. Buatlah video menarik yang relevan dengan bisnis yang Anda jalankan untuk lebih mudah menyentuh kalangan millenial.

Laris Manis Bisnis Kuliner: Tiap Tahun Kebanjiran Pelanggan

Menurut laporan dari BPS atau Badan Pusat Statistik di tahun 2014, Provinsi Jawa Barat memilki total UKM berjumlah 16.405 dengan bisnis makanan dan minuman yang mendominasi di peringkat pertama dengan jumlah 4.023 UKM, diikuti oleh industri olahan kayu (3.987 UKM), industri anyaman (2.266 UKM), industri keramik (1828 UKM), lalu konveksi dan rajutan (1.779 UKM). Angka ini menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai peringkat kedua jumlah dan jenis usaha kecil/menengah terbanyak di Indonesia.

Data ini juga menunjukan bahwa industri makanan mengalami peningkatan setiap tahunnya sebanyak 10%. Hal ini menjadi sebuah petunjuk bahwa bisnis kuliner adalah sektor bisnis yang memiliki potensi besar untuk digali dan menunggu untuk semakin dikembangkan.

bisnis kuliner semakin gurih

Namun begitu, masih ada banyak hal yang menjadi penghalang pertumbuhan industri ini seperti para pengusaha yang kurang profesional, kurangnya akses teknologi dan pengetahuan tentang pemasaran, serta kebiasaan pasar yang homogen menjadikan sebuah bisnis menjadi cepat jenuh dan mati.

Industri Kuliner Saat Ini

Statistik yang ditunjukan oleh bisnis kuliner lokal di tahun ini sangat baik bahkan tumbuh secara optimis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dan beberapa badan statistik juga memperkirakan kondisi bisnis makanan dan minuman akan terus menanjak di tahun-tahun ke depan.

Di tahun 2016, laporan statistik menyatakan bahwa industri kuliner di Indonesia setidaknya tumbuh 8,2% – 8,5%. Para pelaku bisnis ini juga optimis di tahun ini bisnis mereka akan tumbuh setidaknya di angka yang sama seperti tahun lalu. Bahkan mereka lebih optimis dari pemerintah yang memiliki perkiraan pertumbuhan industri ini di angka 7,5% hingga 7,8%.

Beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan industri kuliner di Indonesia di antaranya adalah harga komoditi yang akan cenderung melonjak. Hal ini akan membuat daya beli masyarakat meningkat. Begitu juga dengan semakin banyaknya ritel modern yang menjamur di daerah-daerah. Menjadikan pemasaran produk makanan jadi jauh lebih mudah mencapai konsumen.

Bisnis Kuliner Semakin Optimis

Selain beberapa hal di atas, ada hal lain seperti teknologi dan gaya hidup orang-orang sekarang ini yang membuat bisnis di industri makanan dan minuman semakin digemari. Beberapa hal tersebut adalah,

  • Food Photography

Tampak jelas bagaimana besarnya dampak dari sosial media pada kehidupan seseorang, bahkan lebih besar lagi, peradaban manusia saat ini. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain menjadi sebuah media ajang mencari gengsi, terutama para anak muda.

Salah satu tren yang terjadi sekarang-sekarang ini adalah food photography atau foodie photography, di mana mereka akan memotret makanan yang mereka pesan untuk kemudian mengunggahnya ke akun sosial media mereka. Tren ini begitu meluas hingga menjadi sebuah ritual penting ketika mereka mengunjungi sebuah restoran.

anak nongkrong kulineran

Di sisi lain, keuntungan datang bagi para penggiat bisnis kuliner. Penjualan mereka meningkat terutama jika tampilan makanan yang mereka tawarkan tampak cantik atau instagramable. Media sosial juga menjadi tempat para bisnis kuliner untuk memasarkan produk mereka pada calon konsumen. Hal ini menjadikan marketing jadi lebih mudah dan terjangkau.

  • Anak Nongkrong

“Hari gini gak nongkrong berarti cupu (tidak gaul)”. Ya, itu filosofi itu yang sekarang menempel di otak para anak muda, bukan hanya di kota besar tapi di daerah-daerah pelosok di Indonesia. Tempat-tempat nongkrong anak muda seperti kafe atau swalayan yang menyajikan tempat duduk layaknya Lawson atau Circle K jadi kebanjiran pengunjung gara-gara gaya hidup anak muda zaman sekarang.

Di mulai dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kini kota-kota kecil di pelosok juga jadi target para pelaku bisnis kuliner untuk membuka cabangnya di sana. Hal ini dimaksudkan untuk merangkul para anak muda di daerah yang belum tersentuh seperti di kota-kota besar.