Sebenarnya tidak hanya UKM Wapalhi saja yang memiliki tradisi naik gunung. UKM PP pun memiliki tradisi naik gunung yaitu gunung ungaran hehe.
Walau bukan gunung-gunung yang tinggi namun yang UKM PP cari bukan target tinggi gunungnya toh, tapi keakraban dan rasa solidaritas yang kita inginkan. Nah walaupun telah lama tradisi ini tidak dilaksanakan, terakhir angkatan Mas Rizka Aji yang melaksanakan tradisi ungaran. Untuk kepengurusan tahun ini, kami ingin membangkitkan memori tersebut. Kami mengajak Mas Angga Buana selaku alumni UKM PP yang pernah naik gunung ungaran sebagai penunjuk jalan. Keberangkatan terdiri dari 7 orang yang ikut yaitu Mas Angga, Mas Babat (temennya mas angga), Faisal Bajaj, Faisal Ucok, Rokhim, Adit dan Fredy. Berangkat dari pos mawar dekat Umbul Sidomukti dan turun esok harinya lewat Gedong Songo.
Minggu, 21 Nov ’10 – Ro-Tech 2010 dengan kepanjangannya Robot and Technology Fair 2010 tahun ini diadakan di GSG Undip. Diantaranya ada lomba robot line follower tingkat SMP dan SMA yang diikuti beberapa SMP dan SMA di Jawa Tengah. Sedangkan untuk tingkat mahasiswa yaitu lomba robot yang diterapkan dan diaplikasikan, robot-robot tersebut dipamerkan di stand masing-masing universitas. Pesertanya dari UNIBRAW, UGM, UNDIP, Universitas Mercu Buana, POLINES, UDINUS, dan UNISSULA.
LKMO yang merupakan kependekan dari Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi adalah acara tahunan UKM PP yang bertujuan untuk merekrut mahasiswa baru agar lebih mengerti apa itu UKM PP sekaligus memberikan materi-materi guna menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada para Maba.
LKMO tahun ini bertempatkan di Mess Kesehatan, Bandungan. Keberangkatan dimulai dari Lapangan hitam Kampus Polines. Seperti tahun-tahun sebelumnya transportasi yang “mahasiswani banget” adalah truk.
Selain murah juga lebih seru.
Setelah sampai di tujuan, acara pertama materi kepemimpinan diisi oleh Pembantu Direktur III yaitu Pak Garup Lambang Goro. Kemudian acara materi SWOT diisi oleh Mas Rizka Aji sebagai alumni UKM PP 2006 sekaligus sebagai Ketua Umum UKM PP pada kepengurusan saat itu. Acara sore hari diisi dengan beberapa game dari panitia dan peserta.
Materi terakhir yang diberikan adalah materi Manajemen Sidang yang diisi oleh Pak Yana alumni UNDIP yang sekarang telah memiliki lembaga motivator, consulting, dan training yaitu “OASE Indonesia”. Materi manajemen sidang ini untuk memberi pehamaman pada peserta untuk lebih mengerti tata cara sidang yang baik dan benar dan melatih untuk lebih kritis dan berani bicara.
Setelah materi manajemen sidang, peserta LKMO dikondisikan untuk langsung menerapkan tata cara dan langkah-langkah persidangan sesuai materi yang telah diberikan.
Malam hari, sekitar pukul 12 tengah malam peserta dibangunkan untuk menjalani acara CARAKA MALAM. Acara ini adalah acara tradisi turun temurun guna melatih keberanian dan mental disamping diberi juga materi-materi motivasi, loyalitas, dan kepemimpinan di masing-masing pos yang telah dibuat panitia.
Acara CARAKA berakhir pada waktu shubuh. Peserta diberi waktu istirahat sebentar dan acara dilanjutkan dengan senam pagi dan outbond. Ini merupakan acara yang paling seru dan paling diingat jika nanti sudah lulus dari Polines. Outbond memang menyimpan kenangan yang mendalam di UKM PP .
Sesuai dengan nama acaranya LKMO = Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi, kami semua berharap acara ini merupakan langkah awal untuk membentuk kader-kader UKM PP yang tangguh dan memiliki loyalitas yang tinggi disertai jiwa kepemimpinan.
Job Fair 2010 yang diadakan Polines kali ini melibatkan peran mahasiswa dan mendirikan beberapa stand dari jurusan-jurusan yang ada. Diantara itu UKM PP pun turut dilibatkan untuk membuka stand bersama jurusan elektro. Dengan memamerkan beberapa robot line follower, robot KRCI, dan beberapa TA dari jurusan elektro dapat menarik banyak pengunjung yang penasaran dan ingin tahu tentang apa itu robot dan dunia elektronika.
Rapat LKMO kemarin malam, kedatangan tamu besar hehe.. alumni UKM PP lulusan 2009 yaitu Mas Rizka Aji Setiyawan dan Mas Bagus Yunanto. Selesai rapat LKMO, para pengurus baru UKM PP saling memperkenalkan diri dengan alumni. Tak hanya itu, untuk mengulang kembali memori dahulu semasa mahasiswa (nostalgila hehe). Mereka nginep di posko bersama pengurus UKM PP yang sekarang yang sedang lemburan robot. Semoga dengan ini semakin mempererat tali silaturahmi UKM PP khususnya dengan para alumni.
NAMA gunung Merapi sudah cukup populer di telinga masyarakat Indonesia. Sesuatu yang berkaitan keberadaan gunung Merapi kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau misteri, di antaranya keberadaan makhluk-makhluk gaib penguasa dan penghuni gunung Merapi. Hal ini tidaklah berlebihan, karena hasil investigasi membuktikan bahwa masyarakat setempat yakin kalau penghuni dan penguasa gunung Merapi memang ada.
Mereka memanggilnya dengan sebutan Eyang Merapi. “Bapak lihat bukit kecil di atas itu? Itu namanya gunung Wutah, gapuranya atau pintu gerbangnya kraton Eyang Merapi”. Sebaris kalimat dengan nada bangga itu meluncur begitu saja dari Bangat, seorang penduduk asli Kinahrejo Cangkrinagan Sleman, sesaat setelah kami menapaki sebuah ara tandus berbatu tanpa hiasan pepohonan sebatang pun.
Masyarakat setempat meyakini, kawasan wingit yang diapit oleh dua buah gundukan kecil itu memang dikenal sebagai pelatarannya keraton Eyang Merapi. Untuk naik ke sana, diingatkan agar uluk salam, atau sekadar minta permisi begitu di atasnya. “Kulo nuwun Eyang, kulo ingkang sowan, sumangga silakna rikma niro,” imbuh istri Bangat, Suharjiyah, sembari menuntun kami untuk menirukan lafal tersebut.
Tenyu saja, imbauan sepasang suami istri yang tubuhnya kian keriput dimakan usia itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sang penguasa kraton Merapi sangat tersinggung bila ada pendatang baru yang neko-neko (berbuat macam-macam), pethakilan (bertingkah tidak senonoh) tanpa memberi uluk salam (permisi). Hal-hal tersebut jika dilanggar akibatnya akan sangat fatal. “Mereka yang sama sekali tidak mengubris pakem kultur tersebut jelas akibatnya akan fatal, biasanya akan tersesat hingga kecebur jurang,” tegas Bangat.
Satu hal yang perlu diingat, setiap pendatang baru di kawasan Kinahrejo niscaya bakal celaka bila sampai menyakiti hati penduduk setempat. “Nantinya bisa-bisa kuwalat jadinya,” imbuh Bangat. Sekejam itukah? “Sebenarnya sih enggak. Cuma memang, Eyang Merapi itu nggak suka kalau kampung sini (Kinahrejo, Red) jadi sasaran perbuatan yang nggak terpuji. Masalahnya, warga sini sebetulnyakan masih termasuk rakyatnya kraton Eyang Merapi. Nggak percaya? Coba saja Bapak perhatikan dan tanyakan kepada warga sini, apa pernah wilayah ini terkena semburan lahar panas Merapi? Pasti jawab mereka tidak,” terang Bangat.
Ditambahkan, beberapa warga setempat menggambarkan sosok penguasa kraton Merapi dengan makhluk yang menyeramkan, namun berhati mulia dan tidak bermaksud jahat, “Dia adalah pengayom masyarakat setempat,” tandas Suharjiyah. Besarnya rasa percaya masyarakat setempat terhadap keberadaan Eyang Merapi membuat mereka yakin bahwa akan hal-hal yang mistis yang terjadi menimpa masyarakat. Misalnya, pintu gerbang kramat, penduduk yang tinggal di lereng gunung Merapi itu percaya bahwa pintu gerbang tersebut penangkal dari segala marabahaya.
Pintu gerbang yang berdiri selama 9 abad itu nyaris pernah tersentuh bencana gunung Merapi. Padahal secara teknis daerah tersebut termasuk daftar daerah bahaya. Hal itu juga tak lepas dari keberadaan dua buah bukit (Wutah dan Kendit) yang berfungsi sebagai benteng desa-desa sekitar Kinahrejo. “Bukit Kendit maupun bukit Wutah itu kan masih masuk dalam wilayah kekuasan Eyang Merapi. Itukan pasebannya (tempat untuk menghadap raja) kraton Eyang Merapi. Jadi nggak mungkin Eyang akan tega membinasakan orang yang memang sudah lama mendiami tempat sekitar itu,” Bangat menjelaskan lebih jauh.
Memang, dibandingkan penduduk desa lainnya, nasib penghuni desa Kinahrejo dan sekitarnya termasuk yang beruntung. Selain merupakan desa yang nyaris selalu luput dari ancaman bahaya lahar panas Merapi, desa yang konon termasuk desa kesayangan Eyang Merapi itu juga menjadi sebuah reresentasi dari sebuah suasana kehidupan yang serba nyaman dan tentram.
Tak aneh kalau dikemudian hari kerap muncul sindirin dikalangan penduduk setempat kepada warga diwilayah barat daya gunung Merapi yang kerap jadi langganan bencana lahar. “Kalau ingin hidup tenang tentram, pindahlah kemari. Eyang Merapi kan selalu melindungi kami,” ujar Wardiyah, salah seorang warga yang mengaku penduduk asli desa Kinahrejo.
Ucapan Wardiyah tersebut memang ada benarnya. Penduduk desa Kinahrejo seolah telah mendapat garansi dari Eyang Merapi. Pendek kata, selagi mereka patuh terhadap segala peraturan yang ada misalnya selalu mempersembahkan bulu bekti berupa persembahan sesajian serta selalu melakukan ritual labuhan setiap tahunnya, mereka yakin dan optimis bahwa mereka akan senantiasa terhindar dari ancaman letusan Merapi.
Penggalangan Dana “Polines Peduli Merapi dan Mentawai”
Departemen Humas adalah salah satu departemen di UKM PP yang memiliki tugas menjembatani UKM PP baik dengan level kampus maupun dunia luar. Salah satunya adalah dengan web sederhana ini. Dengan modal domain dan webhosting gratisan yang diberi oleh alumni kemudian dipelopori oleh Ridha Faisal S. sebagai Ketua Departemen Humas 2009/2010 yang secara kebetulan memiliki hobi utak-atik di dunia maya maka jadilah web sederhana seperti sekarang ini. Harapannya untuk adik-adik kedepannya semoga terus dikembangkan. HIDUP PP..!!!