LTRC 4 STTNAS Yogyakarta ; Menanjak Ngambek, Belok Bingung | UKM PP – Polines

SEBUAH robot mondar-mandir dan berputar-putar di depan rute jalur tracking tanjakan. Pemiliknya nampak grogi dan gemetar. Keringat dingin menyelimuti raut mukanya. Sedangkan robot lain dengan tenangnya melaju dan melewati rute tracking tanjakan maupun tikungan dengan mudah. Sorak sorai penonton yang memadati arena lomba membuat suasana makin menegangkan.
Selain robot yang harus prima, suasana hati dan psikologi pemiliknya pun harus bagus. Sehingga dengan kondisi robot prima plus psikologis yang fit, dan tenang bisa dipastikan robot kebanggaannya memang bisa melalui jalur tracking tanjakan maupun kelokan dengan lancar. Kontes robot menyusuri jalan, melewati jembatan, tanjakan maupun kelokan terbilang seru.
Rute tracking tanjakan dan kelokan memang jalur yang tidak mudah dilalui robot. Bahkan, kelokan merupakan jalur yang membuat para peserta harus berulang kali gemetar karena robotnya ngambek dan hanya berputar-putar di tempatnya. Beberapa robot peserta banyak yang tidak bisa menyelesaikan perlombaan karena robot tidak prima.

Keadaan seperti itu menampak pada kontes robot bertema ‘Line Tracking Robot Competition IV 2009’ (LTRC IV) yang digagas mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) dan digelar di Gedung Ir Pitoyo Sukarbowo, Kampus STTNAS Babarsari Yogya. Perhelatan rutin tersebut memperebutkan total hadiah Rp 13 juta menjadi ajang bagi mahasiswa untuk beradu ketrampilan seputar pembuatan robot tercepat dan terbaik.
Andri, salah seorang peserta tim lomba robot dari Universitas Gunadharma Jakarta, saat ditemui KR, Sabtu (23/5) mengaku, rute menanjak dan berkelok memang jalur yang tidak mudah untuk dilalui robot. Saat menanjak jelas membutuhkan daya yang banyak. Sedangkan kelokan jalur yang membuat robot hanya berputar-putar saja di tempatnya. Untuk itu dibutuhkan ekstra ketenangan agar robot bisa tampil maksimal. Selain baterai harus benar-benar dalam posisi bagus, kondisi psikologis pemiliknya harus tenang dan tidak grogi agar robot bisa tampil maksimal. Untuk membuat sebuah robot bisa menghabiskan dana jutaan rupiah.
Panitia Penyelenggara lomba robot LTRC IV Agung menyatakan, lomba robot yang rutin dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Selain itu, LTRC IV juga sebagai ajang peningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi tentang robot. Teknologi pembuatan robot kini semakin bagus, seiring perkembangan Iptek yang pesat.
Kontes robot LTRC IV 2009 terbagi dalam kategori robot beroda dan robot berkaki. Setiap pertandingan, peserta dihadapkan pada rute jalur tracking tanjakan maupun kelokan yang mencerminkan perjalanan dari kampus STTNAS, Prambanan, Borobudur, Tugu dan tempat-tempat wisata di Yogyakarta.
Agung mengatakan, kontes robot bertema LTRC IV diikuti 153 tim peserta, yang terdiri 141 tim peserta robot beroda dan 12 tim peserta robot berkaki. Mereka berasal dari para mahasiswa di seluruh Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa tersebut bertarung dan beradu ketrampilan dan ketangkasan untuk menjadi jawara pembuat robot tercepat dan terbaik. ”Kami berharap kontes robot ini bukan saja sebagai ajang kreativitas juga sekaligus untuk memperkenalkan potensi wisata di Yogyakarta. Apalagi, peserta kontes robot ini berasal dari seluruh Indonesia,” tambahnya.
(Kedaulatan Rakyat)

Leave a comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

 

About Departemen Humas UKM PP

Departemen Humas adalah salah satu departemen di UKM PP yang memiliki tugas menjembatani UKM PP baik dengan level kampus maupun dunia luar. Salah satunya adalah dengan web sederhana ini. Dengan modal domain dan webhosting gratisan yang diberi oleh alumni kemudian dipelopori oleh Ridha Faisal S. sebagai Ketua Departemen Humas 2009/2010 yang secara kebetulan memiliki hobi utak-atik di dunia maya maka jadilah web sederhana seperti sekarang ini. Harapannya untuk adik-adik kedepannya semoga terus dikembangkan. HIDUP PP..!!!